Artikel | Workshop Penyusunan Soal | SMP Meka | Kamis | 30/01/2025
Antusias Guru SMP Muhammadiyah 6 Krian dalam Workshop Penyusunan Soal Berbasis Deep Learning
CnP - Pada hari Kamis, 30 Januari 2025, SMP Muhammadiyah 6 Krian mengadakan Workshop Penyusunan Soal di ruang guru. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.30 hingga 13.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 25 guru dari berbagai mata pelajaran. Workshop ini dipandu oleh Adri Pranoto Edi, pengawas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, yang memberikan wawasan tentang penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penyusunan soal serta penerapan deep learning dalam pembelajaran.
Pembukaan dan Pengantar AI dalam Penyusunan Soal
Acara dibuka dengan sambutan dari kepala SMP Muhammadiyah 6 Krian / SMP Meka, Muhammad Taufiqqurrohman, M.Pd. yang menekankan pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan, terutama dalam penyusunan soal yang lebih bermakna dan mampu mengasah pemikiran kritis siswa.
"Sebagai pendidik, kita memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki daya pikir kritis, kreatif, dan mampu menyelesaikan permasalahan di dunia nyata. Salah satu langkah penting dalam mewujudkan hal tersebut adalah dengan menerapkan pembelajaran yang lebih mendalam atau deep learning, termasuk dalam proses penyusunan soal", jelasnya.
Setelah itu, Adri Pranoto Edi memulai sesi dengan memperkenalkan konsep kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembuatan soal.
Beliau menjelaskan bagaimana AI dapat digunakan sebagai alat bantu bagi guru dalam menyusun soal yang lebih beragam dan menyesuaikan dengan tingkat kognitif siswa. AI tidak hanya mempercepat proses penyusunan soal, tetapi juga memungkinkan pembuatan soal yang adaptif sesuai dengan kemampuan siswa.
Memahami Konsep Deep Learning dalam Pembelajaran
Bagian utama workshop berfokus pada konsep deep learning dalam pembelajaran. Adri Pranoto Edi, S.Pd, M.Pd., menjelaskan bahwa deep learning bukan sekadar menghafal materi, tetapi lebih kepada pemahaman mendalam, analisis, serta penerapan konsep dalam berbagai konteks kehidupan nyata.
Beliau memaparkan tiga prinsip utama dalam deep learning:
1. Berpusat pada Siswa – Pembelajaran harus lebih fokus pada keterlibatan aktif siswa dalam menggali pengetahuan daripada sekadar menerima informasi secara pasif.
2. Berorientasi pada Proses – Menekankan proses berpikir, eksplorasi, dan refleksi dalam memahami suatu konsep.
3. Berkaitan dengan Dunia Nyata – Mengaitkan materi pelajaran dengan situasi dan permasalahan dunia nyata agar siswa lebih memahami relevansi ilmu yang dipelajari.
Tahapan Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran
Dalam sesi berikutnya, Adri Pranoto Edi menjelaskan tahapan implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) di kelas. Ada beberapa langkah utama yang dapat diterapkan oleh guru, yaitu:
1. Merancang Pertanyaan Kritis – Guru harus menyusun soal yang mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif.
2. Mendorong Diskusi dan Refleksi – Pembelajaran harus memberikan ruang bagi siswa untuk berdiskusi dan merefleksikan pemahaman mereka.
3. Menggunakan Proyek dan Studi Kasus – Pembelajaran berbasis proyek membantu siswa memahami bagaimana suatu konsep diterapkan dalam kehidupan nyata.
4. Memberikan Umpan Balik yang Membangun – Evaluasi harus berfokus pada peningkatan pemahaman siswa, bukan sekadar memberi nilai.
Transformasi Peran Guru dalam Ekosistem Deep Learning
Dalam sesi terakhir, dibahas perubahan peran guru dalam ekosistem pembelajaran mendalam. Guru tidak lagi hanya menjadi pemberi informasi, tetapi juga sebagai fasilitator, mentor, dan motivator bagi siswa. Guru harus mampu membimbing siswa dalam proses eksplorasi ilmu serta menanamkan kebiasaan berpikir kritis dan analitis.
Kesimpulan dan Penutupan
Workshop ini memberikan wawasan baru bagi para guru SMP Muhammadiyah 6 Krian tentang bagaimana penyusunan soal dapat dikembangkan dengan bantuan teknologi AI serta pendekatan deep learning. Dengan memahami prinsip dan tahapan implementasi deep learning, para guru diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, relevan, dan berorientasi pada pemecahan masalah.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif, di mana para guru dapat bertukar pengalaman serta berbagi strategi dalam menerapkan pembelajaran mendalam di kelas masing-masing. Dengan adanya workshop ini, diharapkan terjadi perubahan positif dalam metode pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif.(#)
Penulis Aniwati