0
Home  ›  Artikel  ›  Beranda

Open Class, Asal Usul Nama SMP Meka Terungkap

Kepala SMP Muhammadiyah 6 Krian Muhammad Taufiqqurrohman SPd,  Majelis Dikdasmen PNF PDM Sidoarjo,
Drs Muhadi MPd, Agus Sujono SPd ST dan Majelis Dikdasmen PNF PCM Krian Vanda Rezalina SPd MPd dan 
Nyoman Suwarta SHum MHum

Open Class, asal usul SMP Meka terungkap dalam supervisi dan pembinaan sekolah bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.

Majelis Dikdasmen PNF PDM Sidoarjo yang ikut supervisi ialah Agus Sujono SPd ST dan Drs Muhadi MPd. Sedangkan MAjelis Dikdasmen PNF PCM Krian yang mendampingi ialah Nyoman Suwarta SHum MHum dan Vanda Rezalina SPd MPd.

Kegiatan ini dilaksanakan Sabtu (14/10/2023) mulai pukul 08.30 sampai 11.00 WIB. Kepala SMP Muhammadiyah 6 Krian (SMP Meka) Muhammad Taufiqqurrohman SPd membuka dengan sambutan.

Kata Taufiq, pemilihan kata Meka terinspirasi dari salah satu nama kota di Arab Saudi yaitu Mekah. "MEKA merupakan singkatan dari kata Mandiri, Empati, Kreatuf dan Amanah," terangnya.

Disamping itu, dia juga menyinggung betapa pentingnya perbaikan proses pembelajaran di kelas dalam upaya pengembangan sekolah kedepannya. Semua yang hadir di ruangan menyimak dengan serius. Suasana hening terpancar di seluruh penjuru ruang semakin menambah kesan formal di dalamnya.

Taufiq menyampaikan dengan semangat dan penuh harap kemajuan dan perkembangan sekolah ini sebagai bentuk tanggung jawabnya mempertahankan SMP Meka tetap jaya dan menjadi sekolah yang diperhitungkan dimasa depan.

Dia juga menyampaikan, "Open Class hari ini sebenarnya dirancang dengan menampilkan dua guru dengan mapel yang berbeda. Mapel Agama Islam diwakili oleh Yulis Prameswari SH dan mapel Bahasa Indonesia oleh Nina Tri Wulyo SPd."

Karena keterbatasan waktu maka tidak mungkin menampilkan keduanya. AKhirnya dia memutuskan untuk menampilka Yulis Prameswari SH pengampu mapel Agama Islam untuk tampil dalam open class kali ini. Kepada pengampu mapel Bahasa Indonesia Nina Tri Wulyo SPd dia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaksesuaian jadwal tersebut dan mendapat sambutan baik dari Nina Tri Wulyo SPd.

Keseruan Belajar

Yulis Prameswari SH pun memulai pembelajaran. Usai salam mengawali pembelajaran, semua yang berada di ruangan itu serempak menjawab salamnya.

Ekspresi serius guru SMP Meka menambah suasana lebih formal dari sebelumnya. Ditambah raut wajah tegang dan canggung siswa SMP Meka kelas VII-ICO menambah suasana semakin formal.

Tetapi situasi ini tidak berjalan lama. Yulis memecah keseriusan dengan memandu siswa berdoa dalam mengawali pembelajaran. Terlebih dengan pertanyaan ramah seputar ketidakhadiran siswa dan pemutaran video ice breaking versi Arab yang bisa menggiring suasana hati siswa keluar dari ketegangan.

"Ditirukan dan diikuti ya anak anak!," ajak Yulis sambil meminta siswa siswi berdiri menirukan instruksinya.

Proses belajar berlangsung seru saat membahas hadas kecil dan hadas besar. Saat tanya jawba seputar hadas kecil dan hadas besar, salah satu siswa membuat gelak tawa semua yang ada diruangan. 

Mayoritas siswa tahu apa saja yang tergolong dalam hadas kecil seperti air kencing, kentut, dan "Nafas?buang air besar. Tetapi pada saat Yulis minta memberikan contoh hadas besar, Adelfan Adha memecah konsentrasi dengan menjawab "nafas". Mereka sempat kebingungan menafsirkan maksud jawabannya.

"Nafas?. Nifas kah?," guman sebagian guru. Yulis pun menekankan dengan berkata "Nifas, bukan nafas." Suara tawa sedikit memecah kebingungan tersebut. Adelfan tersipu malu menyadari perkataan yang diucapkan tidak sesuai dengan yang dipikirkan.

Keseruan juga terasa saat penayangan video tata cara berwudlu oleh siswa SMP Meka. Semua siswa menyimak dengan teliti dan seksama. Ada tanya jawab seputar kegiatan di video, antara lain tentang cara membasuh muka, tangan, dan kaki. Yulis pun menjelaskan ulang tata cara berwudlu yang benar.

Saran pembelajaran

Di akhir pembelajaran, siswa diajak menyelesaikan beberapa soal menggunakan aplikasi Quizizz. Di tahap ini, siswa merasa lebih tertantang menyelesaikan soal. Seolah mereka sedang  berkompetisi untuk menjadi pemenangnya.

Membuat Kuis Menggunakan Quizizz Untuk Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh

Setelah beberapa saat, terpampang nama peserta mulai dari nilai tertinggi sampai terendah. "Yang ada di peringkat 1, 2 dan 3 akan ibu kasih hadiah," jelas Yulis kepada selurih siswa.

"Siapa yang juara satu, dua dan tiga? Angkat tangan!," tambahnya. Tiga siswa sigap mengacungkan tangan secara bersamaan. Javi Sabil Endarto juara 1. Ahmad Luzman Muneeb juara 2, dan Azam Dziko Keviansya juara 3. Semua mendapatkan hadiah berupa wafer. 

Suara tepuk tangan bergema di ruangan mengiringi penyerahan hadiah kepada siswa. Setelah itu dilanjutkan dengan refleksi dan doa.

Sesi kritik dan saran berlangsung di ujung acara, baik dari guru maupun Majelis Dikdasmen PDM. "Tujuan pembelajaran belum tampak di awal pembelajaran," seru Siti Zulaichah SE MPd dengan lantang. "efleksi dalam bentuk paper juga masih belum disajikan ke siswa," imbuhnya.

Berbeda dengan pendapat Dikdasmen PNF PDM Agus Sujono SPd ST. Dia menilai tidak semua tujuan pembelajaran itu harus disajikan secara detil diawal. Cukup dikemas dengan singkat, padat dan jelas untuk kemudian disampaikan ke siswa di sela-sela proses pembelajaran.(*)


Penulis Aniwati





Posting Komentar
Search
Menu
Theme
Share
Additional JS